Sadis! Formula 1 Akan Bertambah di Jalanan Asia, Apa di Indonesia ?

Formula 1 memiliki rencana untuk menanmbahkan balapan di jalanan di Asia. Seperti yang diketahui, sekarang ini Asia hanya mempunyai satu sirkuit untuk Grand Prix yang balapannya di jalanan, yaitu GP Singapura. Dimana F1 memiliki niat untuk mewujudkan Grand Prix di kota-kota yang memiliki khas masing-masing, yang bertujuan meningkatkan penggemar olahraga mobil formula 1.

Mengingar jumlah untuk ajang Grand Prix Formula 1 di Asia, memang telah memiliki slot banyak. Yang berawal dari GP Singapura, Jepang, Bahrain, Cina sampai ke Abu Dhabi. Akan tetapi, apabila menghitung lomba yang bermain di jalanan, hanya terdapat di GP Singapura. Dimana sirkuit itu telah terdaftar di jadwal F1 di awal tahun 2008 dan merupakan terpopuler bagi para fans dan tim-tim formula 1.

Sean Bratches yang merupakan direktur pelaksana olahraga F1, mengatakan jika olahraga ini bisa menarik sekaligus memperkenalkan bagi kalangan. Dengan banyaknya balapan dijalanan pada kota-kota di tiap negara untuk mengangkat kembali popularitas F1. Namun, dengan catatan sejauh iini untuk F1 masih belum dipastikan kota mana yang akan ditargetkannya.

Sean Bratche F1
bratche saat konfrensi pers formula 1

Bratches Ingin Menarik Banyak Penggemar F1

Sean Bratches selaku direktur pelaksana Formula 1, memiliki keinginan untuk bisa menarik penggemarnya dengan menambahkan balapan jalanan di Asia. Hal itu memang sudah lama direncanakannya, namun sampai saat ini masih belum terealisasi. Meski hanya ada satu kota di Asia yang memiliki balapan jalanan yaitu GP Singapura. Jumlah balapan jalanan itu memang terbilang minim untuk menarik penggemar di Asia.

Bratches pun mengatakan, “Saya sudah menghabiskan waktu untuk mencari di setiap kota seluruh Asia. Yang akhirnya kami telah banyak mendapatkan balapan jalanan dibandingkan apa yang dilihar secara langsung.”

“Kami akan menyiapkan semua untuk mengelilingi kota yang mempunyai karakter dan basis bagi penggemar terbesar. Dengan begitu, kami pun bisa membuka fansbase terbaru yang dapat kami aktifkan. Kami benar-benar berkeinginan untuk membawa grand prix tambahan di benua Asia. Saat ini, kami tengah melakukan perbincangan di beberapa kota untuk bisa mewujudkan tujuan kami.”

Selain di luar balapan jalanan di Asia, sang direktur pelaksana F1 itu pun menyatakan jika Gp China akan memberikan kontrak dalam jangka waktu lama dalam penyelenggaraan balapan Formula 1. Karena selama grand prix ini di gelar di negara tersebut, tepatnya di Shangai International Circuit, Shangai.

“Kami terus berupaya dengan kerja keras bersama Juss Event selaki promotor. Sehingga kami pun mempunyai kesepakatan secara prinsip di Gp China, saya pun merasa yakin, kontrak baru nanti akan segera di tandatangani akhir bulan ini. Dan segera dilakukan dengan sepenuhnya,” ucap Bratches.

sirkuit sepang
para penonton yang sedang berada di sirkuit sepang

Balapan F1 Berakhir di Tahun ini di GP Malayasia

Seusai banyak spekulasi yang beredar mengenai nasib balapan Formula 1 di GP Malaysia pada musim depan nanti, pada akhirnya membuat banyak kalangan terkejut dengan keputusan tersebut. Dimana musim 2017 ini merupakan tahun tekahir Malaysia menyediakan tempat balapan untuk F1.

Masa depan di Sirkuit Sepang untuk Formula 1 memang tampak diragukan setelah beberapa bulan lalu, dengan menyusulnya pernyaraan langsung dari pemerintah di November kemarin. Dimana perpanjang kontrak untuk menggelar F1 tidak di perjanjang. Sebenarnya, kontrak GP Malaysia itu berakhir di tahun 2018 mendatang. Hal itu terjadi, karena tingginya biaya yang harus dikeluarkan tidak sepadan dengan pendapatan dari jualan tiket.

Dengan situasi tersebut, menyebabkan Malaysia mengalami kesulitan untuk menggelar ajang balapan Formula 1 dan memberikan keputusan untuk mundur. Selama melakukan pembicaraan langsung bersama pemilik F1 yang baru, Liberty Media, bahwa GP Malaysia 2017 merupakan balapan terakhir ajang Formula 1 di Sirkuit Sepang. Sedangkan pada GP Jerman akan kembali berada di jadwal 2018.