Wajib Tau! Spalleti Hanya Butuh Kesabaran Untuk Memenangkan Inter

Luciano Spalletti Inter Milan

Luciano Spalletti yang merupakan pelatih baru Inter Milan, akan menyesuaikan diri dengan metodenya bersama timnya saat ini. Hasil kemenangan yang diraih oleh Nerrazurri dengan skor 3-1, saat berhadapan dengan mantan klubnya AS Roma dapat dijadikan insiprasi. Meski pada laga sebelumnya, Inter berhasil meraih kemenangan ketika melawan Fiorentina di pembukaan Serie A  akhir pekan kemarin.

Dalam pertandingan kemarin malam, Spalletti merasa pesismis dalam kunjungannya ke Stadion Olimpico di pertandingan keduanya. Akan tetapi, dua gol yang di cetak oleh Mauro Icardi mampu membungkam gol pertama yang di cetak Edin Dzeko. Lalu, sebagai penutup gol yang memenangkan Inter Milan melalui Matias Vecino. Sang pelatih pun melihat peningkatan dari tim asuhannya, yang mengakui jika timnya beruntung meraih kemenangan melawan tim ibukota Italia, Roma.

“Di mulai babak pertama, kami tidak banyak menguasai bola, yang membuat Roma terus memberikan tekanan dan terus menguasai permainan,” ujar Spaletti kepada media.

“Tentunya, semua orang akan mengerahui jika anda bermain di lapangan dan tidak memiliki gagasan yang jelas, maka anda dapat diberikan tekanan terus menerus.”

Dengan begitu hal tersebut, Spalleti memberikan instruksinya untuk bisa meningkatkan permainan timnya dalam pertandingan tersebut. Akhirnya pun, mereka mampu memenangkan laga di kandang lawan dalam menghadapi AS Roma.

inter milan vs as roma 2017

Spalletti Menjelaskan Pertandingan Kontra AS Roma

Pelatih Inter Milan, Luciano Spalletti telah mengatakan bahwa pertandingan melawan AS Roma kemarin malam, timnya mendapatkan tekanan di awal babak. Sang pelatih yang sangat senang melihat timnya sukses meriah kemenangan 3-1 di Stadio Olimpico dalam lanjutan Serie A Liga Italia. Dimana pada awal musim ini, Inter harus berhadapan dengan klub teratas di kompetisi ini.

Dengan menghadapi Fiorentina dan Roma, dalam dua laga itu mereka berhasil mengemas enam poin. Pada pertandingan tersebut Inter terlebih dahulu kalah oleh Giallorossi berkat gol dari kaki Edin Dezeko. Di awal babak kedua Inter Milan meningkatkan performanya dan hal itu pun berhasil terbukti melalui dua gol yang dicetak Mauro Icardi dan Matias Vecino.

“Kami memang terlihat tidak dapat menguasai bola seperti apa yang kami inginkan, sehingga Roma dapat memiliki waktu untuk bisa perbaiki posisi. Di awal babak mereka bermain jauh lebih baik ketimbang kami,” ucapnya di situs resmi klub.

“Tetapi kami sudah mulai merubah mentalitas Inter dan hanya membutuhkan waktu untuk membiasakan dengan pendekatan ini. Dalam laga kontra Fiorentina di pekan lalu pun, kami terancam. Namun, kami dapat mengalahkan mereka dan Roma di dua laga dalam membangun kepercayaan diri.”

Dengan dua kemenangan di awal kompetisi, kapten Icardi pun merasa optimis dibawah kepemimpinan Spalletti. Dan sang pemain pun memiliki pendapat yang sama hanya membutuhkan penyersuaian.

hasil inter milan vs as roma 2017

Inilah Cara Inter Milan Mengalahkan AS Roma!

Luciano Spalletti yang masih belum menyesuaikan dirinya dengan Inter Milan dalam hal taktik, hal itu pun dilakukannya dengan cara menekankan kesabaran. Setelah mereka berhasil menumbangkan AS Roma di Stadio Olimpico dengan skor 3-1. Mantan pelatih Roma itu hingga kini sudah memenangi dua pertandingan pertama dalam kompetisi Serie A bersama Inter.

Meski sukses meraih kemenangan, Spalletti pun mengatakan jika timya memerlukan sedikit keperuntungan usai Dzeko membuat gol pembuka. Dan tim serigala itu pun memiliki pelaung emas sebelum Inter memberikan balasannya.

“Pada awal babak, kami tampil tidak begitu cepat untuk mengalirkan bola. Maka roma dapat mengembalikan situasi mereka dan terus menguasai bola,” kata Spalletti.

“Jelas banyak orang yang mengetahu jika anda bermain didalam lapangan seperti ini dan tidak mempunyai taktik yang jelas, maka akan kalah.”

“Dibabak kedua kami bermain jauh lebih baik. Dan kemenangan ini merupakan sebuah tanda yang baik untuk tim.”

Gokil! AC Milan Mendatangkan Kalinic Dari Fiorentina

Nikola Kalinic AC Milan

Nikola Kalonic yang didatangan oleh Fiorentina pada Agustus 2015 silam. Dia menjalani debutnya di Serie A dengan kemenangan 2-0 saat berhadapan dengan AC Milan. Dan tidak lama kemudian dia berhasil mencetak gol pertamanya saat menghadapi Bologna, meski pertandingan tersebut harus berakhir dengan hasil imbang. Ketika berhadapan dengan Inter Milan, Kalinic mampu menyumbang tiga gol dengan kemenangan 4-1 di tanggal 27 September.

Dengan hasil kemenangan tersebut bagi Fiorentina sukses mencapai puncak klasemen di liga, kali pertamanya sejak musim 1998-1999. Di pekan berikutnya, Kalinic mampu menunjukkan ketajaman sebagai gelandang serang yang mampu mencetak dua gola di sebuah laga kontra Empoli. Tetapi hasil akhir pun menyatakan imbang 2-2 bagi kedua sebelasan.

Lalu, selama hampir satu musim, dia kembali mencetak hat-trick saat berhadapan dengan Cagliari, namun timnya dikalahkan dengan skor 5-3. Sepanjang musim 2017, dia ikut serta sebagai pemain utama untuk melawan Empoli. Dalam pertandingan tersebut dia harus mendapatkan kartu merah ketika memprotes di peluit terkahir. Dan kemudian dia ditargetkan oleh AC Milan, sehingga nomor punggung 9 yang dipakai Kalinic diberikan kepada Giovanni Simeone.

nikola kalinic timnas kroasia
kalinic ketika bermain untuk timnas kroasia

Karir Nikola Kalinic Bersama Timnas Kroasia

Nikola Kalinic merupakan sosok pemain kunci bagi tim nasional Kroasia di bawah 21 tahun semasa mudanya. Dan dia pun turut mewakili negaranya saat usianya di bawah 17 tahun dan 19 tahun. Nama Kalinic pun masuk pertama kalinya ketika membela negaranya di usia 17 tahun, ketika bermain dalam Kejuaraan Sepak Bola U-UEFA 2005. Dia pun mampu mengakhiri kompetisi tersebut sebagai pencetak gol terbanyak dengan 11 gol.

Ketika usianya 19 tahun pada kompetisi yang sama, dia sukses memberikan lima gol dalam babak penyisihan untuk timnya. Lalu, dia pun menunjukkan kualitasnya saat menghadapi Lithuania dalam kemenangan Kroasia dengan mencetak hat-trick 3-0. Kemenangan tersebut menjadi jaminan mereka dalam berada di depan putaran elit di U-19 Championship Eropa UEFA pada tahun 2006.

Dia pun menjadi perhatian bagi pelatih kepala Slaven Bilic untuk memperkuat timnas Kroasia di beberapa perandingan kualifikasi UEFA 2008. Namun sang pemain harus melewatkan kesempatan tersebut karena mengalami cedera dan harus digantikan dengan Mario Mandzukic. Dengan kemampuan yang dimilikinya begitu mengesankan membuat dirinya menempati skuat terakhir di timnas Kroasia pada Euro 2008.

Pada debutnya di timnas senior di tanggal 24 Mei 2008, Kalinic masuk sebagai pemain pengganti di menit 62 yang mengakhiri laga 1-0 kontra Moldova. Lalu dia menunjukkan penampilan terbaiknya untuk pertama kalinya bagi timnas Kroasia di Euro 2008. Pada laga terakhir Kroasia berhadapan dengan Polandia, timnya sukses memenangkan laha dengan kemenagan 1-0 berkat Ivan Klasnic.

Nikola-Kalinic
kalinic sedang mengontrol bola

AC Milan Mengumumkan Kedatangan Nikola Kalinic

AC Milan telah meresmikan pemain baru yang terakhir di datangkan oleh mereka di bursa transfer ini, dengan kedatangan Nikola Kalinic yang dibeli dari Fiorentina. Pemain kebangsaan Kroasia itu menerima banyak ucapan selamat bergabung bersama Rossoneri di sebuah sosial media, Twitter resmi milik Milan.

“Nikolas Kalinic, selamat bergabung di AC Milan,” tertulis pada akun twitter Rossoneri yang berubah menjadi jersey merah-hitam.

Menurut sebuah kabar media di Italia, mengatakan jika Kalinic akan menjalani tes medis. Jika tidak ada masalah pada hasil tes medisnya, maka kepindahaan sang pemain akan segera diresmikan. Dikabarkan Milan akan mengeluarkan dana sebesar 25 juta euroo untuk mendatangkan Kalinic, dengan rincian 5 juta euro untuk biaya peminjamannya dan kewajiban untuk memiliki jasa pemain tersebut senilai 20 juta euro di akhir musim.

Nikola Kalinic merupakan pemain kesebelas yang didatangkan oleh AC Milan pada jendela trasnfer musim panas kali ini. Dimana pemain itu, sudah menghabiskan selama dua musim terakhir dalam membela La Viola, yang mencatatkan namanya dengan 27 gol di kompetisi Serie A Liga Italia. Kalinic akan bersaing dengan pemain baru seperti Andre Silva untuk masuk dalam skuat utama.